TANAMAN HIDROPONIK

Apa Yang Harus Anda Ketahui Mengenai Budidaya Hidroponik dan Metodenya?

Diposting pada

Tanaman hidroponik menjadi salah satu cara bertani yang menguntungkan bagi petani. Dengan cara ini, maka Anda dapat meghasilkan panen yang melimpah. Cara ini bisa Anda terapkan untuk tanaman-tanaman buah maupun sayur tertentu. Pelajari lebih lengkap mengenai metode hidroponik sebelum memulai budidayanya.

Bagaimana Pengertian Hidroponik secara Umum?

hidroponik

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam yang menggunakan air sebagai media nya. Hidroponik juga memnfaatkan penggunaan air untuk memenuhi nutrisi bagi tanaman. Metode ini juga sangat cocok untuk diaplikasikan di daerah yang memiliki lahan sempit serta daerah perkotaan besar.

Hidroponik terdiri dari dua kata yaitu Hydro dan Ponos yang merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani. Dimana Hydro memiliki arti “air”, sedangkan Ponos berarti “daya”. Metode hidroponik juga dikenal dengan sebutan Soilles Culture atau budidaya tanaman tanpa penggunaan media material tanah.

Alasan Mengapa Bertanam dengan Hidroponik sangat Menguntungkan bagi Anda

hidroponik adalah

Tentunya ada beberapa mengapa Anda harus bertanam tanamam hidroponik. Berikut ini adalah alasan nya:

  • Hasil panen melimpah => Bercocok tanam dengan metode hidroponik memiliki keunggulan pada hasil panen nya yang melimpah. Dengan demikian, hal ini pun memberikan potensi besar untuk mengembangkan bisnis Anda. Anda pun juga bisa meraup keuntungan yang cukup tinggi dari hasil panen ini jika Anda menjualnya.
  • Masa panen relatif cepat => Metode hidroponik memang memiliki masa panen yang relatif cepat jika dibandingan dengan bertanam menggunakan media tanah. Biasanya hanya memerlukan panen sekitar 2-3 bulan setelah tanaman di tanam. Hal ini tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan.
  • Ramah lingkungan => Metode hidroponik juga memiliki keuntungan yang baik untuk lingkungan. Hal ini dikarenakan, metode ini sangat ramah lingkungan. Anda hanya perlu menggunakan sedikit saja air agar tanaman bisa tetap tumbuh.
  • Sebagai alternatif lahan sempit => Metode hidroponik sangat cocok untuk diaplikasikan pada lahan yang sempit. Misalnya di perkotaan, rofftop, ataupun lahan yang terbatas lainnya.

Selain alasan di atas, metode hidroponik juga sangat baik untuk diterapkan. Hal ini tak lain karena pertumbuhan dan perkembangan tanaman lebih cepat dan tahan dari hama.

Sejarah Hidroponik dan Perkembangannya hingga Saat Ini

sejarah hidroponik

Metode hidroponik sudah ada dan dimulai sejak ribuan tahun lalu. Pada abad modern, orang yang meneliti tentang sejarah hidroponik adalah Jan van Helmont (1600 an). Jan melakukan percobaan penelitian dengan menanam phon Willow dengan wadah sebuah tabung yang diidi dengan tanah kering serta disimpan di luar ruangan.

Hal ini dilakukan agar taman willow bisa tersiram dengan air hujan. Selama 5 tahun tanaman tersebut mulai membesar, namun tanah yang ada di tabung hanya berkurang sangat sedikit. Dan dari hasil penelitian nya ditemukan bahwa tanaman tidak harus ditumbuhkan di media tanah.

Yang paling diperlukan oleh tanaman adalah cahaya, air, serta udara (CO2 dan O2). Jan juga menjadi peneliti pertama yag menemukan proses fotosintes pada tanaman. Untuk abad modern ini, metode hidroponik sudah sangat maju dinegara Amerika dan Eropa. Bahkan mereka juga menggunakan alat bantu tekonologi yang canggih. Sehingga hasil panen nya pun juga melimpah.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Tersebut?

Tanaman hidroponik

Sebelum memutuskan untuk menanam dengan metode hidroponik, maka Anda bisa mempertimbangkan dahulu mengenai kelebihan dan kekurangan hidroponik, yaitu :

  • Kelebihan Hidroponik
  1. Tanpa media tanah
  2. Penggunaan pupuk yang lebih hemat
  3. Peran air yang efisien
  4. Pengontrolan dan pemberian nutrisi yang mudah
  5. Ramah lingkungan
  6. Hasil panen yang bersih dan steril
  7. Mudahnya proses pemanen an
  • Kekurangan Hidroponik
  1. Modal yang reatif mahal
  2. Perawatan perlengkapan pada metode hidroponik sangatlah rumit
  3. Perlu pengetahuan yang cukup untuk meramu nutrisi bagi tanaman hidroponik

Kelebihan dan kekurangan pada metode hidroponik bisa Anda jadikan panduan untuk memutuskan metode bertanam mana yang cocok untuk Anda pilih. Dengan pengelolaan yang baik dan maksimal, maka Anda bisa menerapakn metode ini untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah.

Jenis Tanaman Hidroponik yang Mudah dan Sudah Banyak Dibudidayakan Petani

jenis hidroponik

Jenis tanaman hidroponik terbagi menjadi tiga macam. Berikut ini adalah jenis tanaman hidroponik berdasarkan jenisnya:

  • Sayuran => Ada berbagai macam sayuran yng sering ditanam dengan metode hidroponik. Sayuran tersebut misalnya seledri, timun, kalian, selada hijau, sawi hijau, buncis, bayam, dan sebagainya.
  • Buah-buahan => Buah-buah an juga bisa ditanam dengan metode hidroponik. Bahkan ada macam buah-buahan yang sering kita temui setiap harinya. Misalnya papaya, strawberry, melon, semangka, cabe, dan sebagainya.
  • Jenis tanaman selain sayuran dan buah => Ada satu jenis tanaman yang bisa ditanam dengan sistem hidroponik dan tidak termasuk ke dalam dua jenis di atas. Contohnya adalah tanaman daun mint. Tanaman daun mint juga sering ditanam dengan sistem hidroponik karena banyak permintaan yang masuk.

Penjelasan di atas merupakan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis tanaman yang lain, Anda bisa melihat dari sumber referensi lain, seperti internet.

Perlengkapan Hidroponik yang Anda Butuhkan Sebelum Mulai Budidaya

perlengkapan budidaya tanaman

Sebelum bercocok tanam dengan metode hidroponik, Anda harus menyiapkan terlebih dahulu perlengkapan nya. Berikut ini adalah perlengkapan hidroponik yang wajib ada:

  • Netpot => Merupakan istilah yang merujuk pada wadah atau pot tanaman yang memiliki ukuran kecil dan juga berlubang. Netpot juga bisa Anda buat sendiri di rumah. Anda bisa menggunakan gelas bekas air mineral dan kemudian melubanginya sendiri.
  • Rockwool => merupakan salah satu komponen perlengkapan yang digunakan dalam bertanam dengan sistem hidroponik, dan juga sebagai media tanam. Rockwool biasanya terbuat dari bebatuan basalt yang sudah dipanaskan dengan suhu sangat tinggi sekali. Dan kemudian terbentuk menjadi busa dan jadilah rockwool. Rockwool juga digemari karena sifatnya yang tetap, dengan daya serap air yang bagus.
  • pH meter => kadar pada keasaman larutan nutrisi harus selalu dijaga dengan optimal dan begitu juga dengan media tanam nya. Untuk mengetahui kadar pH pada media tanam atau pada nutrisi, maka digunakanlah pH meter.
  • Benih => Benih merupakan kompenin penting dalam hidroponik. Karena jika tidak ada benih, maka tanaman pun juga tidak akan bisa tumbuh. Benih berkualitas bisa didapatkan dari toko pertanian yang terpercaya.

Tentunya ada perlengkapan wajib yang lain nya yang perlu Anda persiapkan untuk bertanam dengan metode hidroponik. Misalnya, bak plastik, pipa paralon, sterofoam, nutrisi, dsb.

Cara Membuat Hidroponik yang Bisa Anda Terapkan

cara membuat tanaman

Ada berbagai macam sistem hidroponik yang sering dipakai oleh para petani untuk menanam tanaman hidroponik. Berikut ini adalah macam Cara Membuat hidroponik yang ada:

  • Wick system => Merupakan sistem yang paling sederhana di antara yang lainnya. Sistem Wick juga tergolong pasif, karena tidak ada bagian yang bergerak. Sehingga larutan nutrisi ditarik menuju ke dalam media tumbuh yang berasal dari wadah nutrisi dengan sumbu nya. Wick sistem sering menggunakan media tanam seperti Vermiculite, Perlite, batu kerikil, sekam bakar, dsb.
  • Water culture => Merupakan sistem hidroponik yang paling sederhana dari keseluruhan sistem hidroponik yang aktif. Untuk platform yang digunakan untuk memegang tanaman, biasanya dibuat dari Styrofoam. Kemudian Styrofoam ini mengapung secara langsung di atas larutan nutrisi. Oksigen disuplai menuju akar tanaman dengan pompa aquarium yang ada di bak penampung nutrisi hidroponik.
  • Ebb & flow => Sistem ini mengaliri bak dengan larutan nutrisi dan lalu dikosongkan kembali untuk mengalir ke bak penampungan. Sistem ini menggunakan pompa yang di atur dengan timer. Jika timer menyala, maka pompa akan memasukkan air ke bak tanaman. Dan jika mati, maka larutan nutrisi akan kemnali lagi pada bak penampung nutrisi.
  • Drip systems => Merupakan sistem yang paling sering digunakan di berbagai belahan dunia. Tanaman mendapatkan nutrisi dari tetesan stick drip yang ada pada setiap tanaman. Aliran nutrisi juga dilengkapi dengan pompa dari bak penampung yang kemudian di arahkan ke setiap tanaman dan di atur dengan manifold. Untuk aliran air juga di atur dengan timer yang dihubungkan ke pompa.
  • NFT => Merupakan sistem biasa yang sering dipakai para penggemar hidroponik. Nutrisi ditampung ke dalam bak, yang kemudian di alirkan dengan pompa dan menuju ke tanaman secara terus menerus namun tipis lewat akar pada tanaman. Sistem ini juga rentan jika arus listrik mati, karena pompa akan mati dan tidak dapat mengalirkan air.
  • Aeroponik => Sistem aeroponik merupakan sistem yang mengaplikasikan teknologi yang paling tinggi dari pada sistem yang lainnya. Biasanya sistem ini memerlukan peralatan seperti timer, pompa, serta nozzle. Untuk timer biasanya juga di atur dengan waktu tertentu, sehingga akan mampu menyalakan nozzle untuk megalirkan nutrisi pada tanaman.

Penjelasan di atas merupakan pembahasan mengenai tanaman hidroponik dari yang paling dasar hingga sampai pada tahan penerapannya. Setelah mengetahui hal tersebut, Anda pun juga bisa memulai untuk belajar lebih mengenai hidroponik dan menerapkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *