manfaat daun bidara

Manfaat Daun Bidara Bagi Kesehatan

Diposting pada

Setiap Penyakit didunia ini pastilah ada obatnya. baik obat yang alami ataupun obat buatan yang telah diteliti khasiat untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Sungguh tuhan ini sangatlah baik menciptakan berbagai kebutuhan yang manusia perlukan dalam menjalani hidup. Salah satunya merupakan tumbuh-tumbuhan di bumi ini, pastinya memiliki manfaatnya tersendiri.

Tumbuhan merupakan salah satu bahan yang biasa digunakan sebagai obat-obatan sejak jaman dahulu. Tumbuhan tidak hanya menjadi obat tetapi makanan sehari-hari manusia. Ada satu jenis tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat bagi manusia, yaitu daun bidara.

Daun Bidara

Daun Bidara atau tanaman bidara memiliki nama ilmiah “Ziziphus Mauritiana”, tanaman ini memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah indonesia. Tinggi pohon bidara 5-16 meter. Daun bidara berbentuk bulat agak lonjong dengan permukaan yang halus. Daun bidara mempunyai banyak manfaat kesehatan.

Tanaman bidara dapat Anda manfaatkan daunnya, buahnya, bijinya, hingga akarnya. Buah bidara kultivar yang unggul dijual sebagai buah segar di pasar, yang nantinya bisa dikonsumsi secara langsung, ataupun diolah menjadi minuman segar.Daun bidara yang muda bisa dijadikan sayuran. Adapun daun bidara yang tua dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Selain itu, rebusan daun bidara juga digunakan sebagian orang untuk diminum sebagai jamu. Daun-daun ini jika diremas dengan air maka akan membusa seperti sabun, tidak jarang air daun bidara digunakan untuk memandikan orang yang terkena demam. Baik itu daun, buah, kulit kayu, hingga akar tanaman bidara memiliki khasiat untuk kesehatan dan pengobatan.

Manfaat Daun Bidara

Dengan kandungan yang ada dalam tanaman ini, memberikan manfaat untuk manusia, berikut ini ada 15 manfaat tumbuhan bidara untuk manusia :

1. Membersihkan Jerawat

Daun bidara

Adanya jerawat tidak jarang membuat kita kurang percaya diri. Terkadang juga kita merasa takut dengan obat atau pembersih jerawat yang marak dipasaran, karena takut memiliki efek samping yang menjadikan muka bukannya bersih namun menjadi semakin banyak jerawat.

Daun bidara merupakan tanaman herbal yang bisa dipakai untuk membersihkan jerawat. Daun bidara berwarna hijau mengkilat di bagian atas, dan pada bagian bawahnya bewarna agak keputihan atau cokelat karat. Daun bidara mengandung senyawa antibakterial yang bekerja untuk melawan serangan penyakit. Daun bidara sejak dahulu sudah digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh. Daun bidara dapat diracik sebagai jamu herbal, Anda bisa menumbuk daun biadara dan dilarutkan dengan air, lalu digunakan untuk pengobatan luar untuk mengatasi masalah pada kulit, diantaranya jerawat dan jamur pada kulit.

Terdapat resep khsusus untuk mengobati jerawat dengan daun bidara. Khasiat daun bidara ini bisa anda manfaatkan untuk dijadikan masker pada kulit wajah.

Penggunaan daun bidara sebagai masker wajah ini bermanfaaat untuk membersihkan kulit dari kotoran, membersihkan jerawat, dan mencegah  kulit dari kerusakan yang diakibatkan jerawat.

Untuk orang yang memiliki jenis kulit berminyak akan rentan terkena jerawat di wajah. Masalah jerawat dapat menyebabkan kerusakan kulit wajah. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah jerawat, daun bidara biasa dibuat sebagai masker yang biasa dinamakan masker bidara.

Berikut langkah-langkah membuat masker bidara:

  1. Siapkan beberapa lembar daun bidara, lalu bersihkan dengan air mengalir.
  2. Lalu tumbuk halus dan masukkan ke dalam mangkuk.
  3. Tambahkan sedikit air ke dalam mangkuk tersebut.
  4. Setelah berbentuk seperti pasta kental, maka oleskan pada kulit wajah (sebagai masker).
  5. Setelah selesai mengoleskan, maka diamkan hingga masker wajah mengering.
  6. Lalu bilas wajah dengan air bersih (tanpa sabun).

Manfaat masker daun bidara ini untuk kehalusan kulit, serta membantu membersihkan jerawat di wajah. Namun ingat, menghilangkan jerawat dengan daun bidara tidaklah instan, butuh proses dan ketekunan.

2. Mengobati Diare

daun bidara

Diare terkadang menjadi penyakit membuat kita kesusahan dalam melakukan aktifitas.Diare ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi BAB yang lebih sering dibandingkan biasanya. Terjadinya diare biasanya akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, parasit ataupun virus.

Diare dapat berlangsung beberapa hari (umumnya), dan berpotensi bisa terjadi selama seminggu atau lebih dari itu. Penderita diare bisa mengalami gejala seperti sakit perut singkat dengan tinja yang tidak terlalu encer, hingga bisa mengalami kram perut dengan tinja yang sangat encer.

Orang yang mengalami diare parah berpotensi juga mengalami demam dan kram perut hebat. Terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang berkhasiat untuk pengobatan diare, seperti buah sirsak, jambu klutuk, buah sawo, pisang klutuk, daun asam, daun bidara, dll.

Daun bidara memiliki khasiat untuk pengobatan diare. Minumlah teh daun bidara yang produknya sekarang ini mudah untuk ditemukan, bahkan sudah banyak dijual secara online.

3. Menyembuhkan Luka dan mengeringkan luka

daun bidara

Kandungan di dalam daun bidara memiliki sifat antiseptik. Sehingga daun bidara bisa Anda manfaatkan sebagai obat luar untuk luka bakar dan luka luar lainnya. Bahkan daun bidara ini dapat digunakan untuk pengobatan sariawan dan untuk kesehatan mulut secara umum.

Pentingnya kandungan antiseptik dalam daun bidara ini bermanfaat dalam mengobati luka gores atau lecet pada kulit tubuh, bahkan termasuk luka sariawan dan jerawat (hal ini mencangkup luka baru maupun luka lama).

Dengan khasiat daun bidara ini berguna untuk menyembuhkan luka dengan cepat dan melindungi dari serangan kuman. Daun ini akan bekerja untuk membantu menghentikan pendarahan dan mengeringkan luka sehingga cepat pulih, serta mendorong proses regenerasi sel-sel kulit baru. Anda bisa mencoba menaburkan tumbukan daun bidara diatas luka goresan maupun luka bakar yang dialami.

Luka yang sulit kering bisa juga di bantu dengan daun ini. apalagi jiga luka tersebut merupakan luka bakar yang sangat sulit kering biasanya kalau dengan obat-obatan biasa.

Luka bakar bisa terjadi di mana saja, mereka yang profesinya berhubungan dengan api dan sumber panas lainnya berpotensi terkena masalah ini, seperti koki, tukang las, petugas listrik, pekerja pabrik yang menggunakan api listrik, dll.

Selain itu, tidak jarang kasus luka bakar yang terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena cipratan minyak maupun air panas saat memasak, dll.

Palang Merah Indonesia (PMI) mendefinisikan luka bakar merupakan keseluruhan cedera yang terjadi akibat paparan suhu tinggi. Berikut penyebab luka bakar:

  • Panas (suhu di atas 60°C), misalnya: api, uap panas, benda panas.
  • Listrik, contoh: listrik rumah tangga, petir.
  • Radiasi, contoh: ultraviolet (sinar matahari), bahan radio aktif.
  • Kimia, contoh: air aki (zuur).

Masalah luka bakar ini membuat tidak nyaman, apalagi jika bekas lukanya tidak hilang setelah sekian lamanya. Untuk mengatasi masalah luka bakar ini, Anda bisa memanfaatkan daun bidara. Daun bidara yang masih segar memiliki efek mendinginkan pada kulit, yang akan memberikan manfaat ketika diterapkan pada luka bakar. Kandungan senyawa dalam daun bidara membantu untuk memulihkan dan mencegah luka bakar membekas pada kulit. Kandungan di dalam daun bidara juga bekerja sebagai anti-bakteri dan mempercepat proses perbaikan sel-sel yang rusak akibat luka bakar.

4. Mencegah Diabetes

daun bidara

Penggunaan daun bidara yang nenakjubkan mafaatnya adalah untuk mencegah munculnya diabetes. Kandungan senyawa dalam daun bidara kering bekerja secara efektif untuk melindungi tubuh dari kerusakan sistem pengaturan kadar gula.

Terjadinya diabetes karena tubuh tidak mampu mengatur kadar gula dalam darah, hal lainnya karena kerusakan sistem insulin dalam tubuh, masalah ini bisa berpotensi menimbulkan komplikasi penyakit berupa penyakit ginjal dan jantung.

Daun bidara kering yang dikonsumsi seperti dalam bentuk teh bermanfaat untuk menstabilkan kembali kadar gula dalam darah, dan membantu melindungi sistem pengaturan produksi insulin di dalam tubuh. Hal lainnya yang penting dilakukan agar terhindar dari penyakit diabetes adalah menjaga pola makan yang baik, sehat dan teratur. Selain itu, lakukan aktivitas fisik atau olahraga yang memadai dalam setiap harinya.

Dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun bidara bermanfaat untuk mencegah terjadinya kenaikan gula darah atau diabetes, dimana juga daun bidara memiliki indeks glikemik yang rendah.

5. Membersihkan dan merawat kulit

daun bidara

Daun bidara memiliki kandungan yang bekerja sebagai antiseptik. Anda dapat memanfaatkan daun bidara untuk membersihkan tubuh dari kotoran yang sulit hilang. seperti daki ataupun noda yang menempel dan sulit dihilangkan. untuk masalah tersebut bisa kita gunakan daun bidara sebagai pembersih sempurna untuk menghilangkan daki dan noda yang susah dihilangkan.

Merawat Kulit

Selain membersihkan kulit, daun bidara juga bisa kita gunakan untuk merawat kulit kita. masalah yang biasa muncul yaitu penuaan dinu yang sering orang-orang keluhkan. terutama pada wanita yang rentan terhadap kulit nya. Munculnya kerutan halus pada kulit ini seiring dengan pertambahan usia, namun yang menjadi masalah ketika tanda-tanda penuaan tersebut muncul terlalu cepat.

Daun bidara memiliki manfaat untuk membantu proses regenerasi sel-sel kulit baru, hal ini menjadikan kulit yang berkerut, kering maupun kusam akan bisa tergantikan dengan kulit yang lebih sehat dan indah. Bahan alami daun bidara dapat dibuat sebagai masker, atau Anda bisa mencuci wajah dengan air yang direndam dengan daun bidara.

Kulit wajah yang kering menyebabkan seseorang akan beresiko terlihat kusam pada kulitnya, bahkan kulit terlihat seperti tidak terawat. Sehingga bisa membuat tidak percaya diri.

Bagi Anda yang memiliki kulit kering maka harus rajin melakukan perawatan kulit, terutama kulit wajah. Anda bisa memanfaatkan daun bidara, berikut di bawah ini langkah-langkahnya:

  1. Siapkan daun bidara yang masih hijau dan segar, lalu cuci bersih, dan hancurkan.
  2. Lalu campurkan dengan sedikit air, sehingga membentuk seperti pasta.
  3. Lalu aplikasikan sebagai masker pada bagian wajah. Anda juga bisa mengaplikannya pada tangan dan kaki.
  4. Diamkan beberapa saat, agar meresap ke kulit.
  5. Lalu barulah membersihkan kulit kembali dengan air hangat.
  6. Lalu Anda juga bisa setelahnya memberikan pelembab sesuai dengan jenis kulit.

Mencegah Dampak Buruk dari Sinar UV

Kulit yang sering terpapar sinar UV, apalagi tanpa perlindungan sunblock di bawah terik matahari, maka akan berdampak buruk pada kulit, seperti kulit terlihat lebih kusam, berminyak, bahkan memicu tanda penuaan dini.

Terlalu lama berada di bawah sinar matahari langsung akan menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam pada wajah dan kulit tubuh secara umum, bahkan yang terburuk dari dampak paparan sinar UV adalah radikal bebas.

Bahaya radikal bebas yaitu memicu penuaan dini, gangguan kesehatan, hingga yang sangat buruk adalah kanker kulit. Salah satu hal yang disarankan adalah memanfaatkan daun bidara, Anda bisa menjadikannya sebagai masker kulit, yang bermanfaat untuk kesehatan dan keindahan kulit.

6. Ruqyah dan Mengobati Sihir

manfaat daun bidara

Mungkin percaya atau tidak percaya tentang daun bidara bisa dijadikan obat untuk ruqyah dan mengobati sihir. namun hal ini biasa dilakukan para pakar ruqyah dan pengobat sihir untuk mengobati para pasien nya.

Disebutkan bahwa tidak dijumpai adanya dalil dari al-Quran ataupun hadis yang menjelaskan tetang penggunaan daun bidara untuk mengobati sihir dan kesurupan jin (syaiton). Adapun yang dijumpai dalam hadis yaitu mengenai khasiat daun bidara untuk membersihkan tubuh dari kotoran yang susah dihilangkan. Penggunaannya untuk membersihkan bekas haid bagi wanita, dan untuk memandikan jenazah.

Walaupun tidak ditemukan dalilnya dari Al-Qur’an dan Hadist tentang hubungan daun bidara dengan pengobatan akibat sihir dan kesurupan, namun para ulama memahami bahwa kajian pengobatan sihir termasuk ke dalam kategori pembahasan at-Tadawi (pengobatan), dan bukan kajian ibadah. Sehingga, selama tidak memakai media/benda yang dilarang oleh agama dan juga terbukti mujarab (bisa mengobati), maka penggunaan media semacam ini dibolehkan.

Syaikh Ibnu Baz pernah memberikan paparan mengenai pengobatan sihir, seperti yang terdapat di Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 3/279, beliau berkata:

Diantara cara mengobati sihir, dia bisa mengambil 7 lembar daun bidara hijau, lalu ditumbuk dengan batu atau semacamnya, lalu ditaruh di ember, kemudian dicampur air yang cukup untuk mandi. Kemudian dibacakan ayat kursi, al-kafirun, al-ikhlas, al-falaq, an-Nas…. (beliau menyebutkan beberapa ayat lainnya).

Ada banyak dampak sihir, salah satunya (seperti yang dijelaskan di di Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 3/279) yaitu sihir yang menyebabkan para suami terhalangi sehingga tidak bisa berhubungan badan.

Keterangan lainnya disampaikan Syaikh Abdullah Aljibrin, beliau berkata:

Saya pernah meruqyah anggota keluarga dan orang-orang dekat saya yang tidak bisa melakukan hubungan dengan istrinya akibat sihir. Saya ruqyah mereka dengan memakai beberapa lembar daun bidara seperti yang disebutkan Ibnu Katsir, dan membacakan beberapa ayat al-Quran, dan dengan izin Allah sembuh.  (as-Shawaiq al-Mursalah fi at-Tashaddi lil Musya’widzin wa as-Saharah)

Penjelasan lainnya dari Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi, dalam menanggapi sebagian orang yang melarang penggunaan daun bidara untuk mengobati sihir karena tidak ada dalil.

Syaikh menjelaskan bahwa menghilangkan sihir dengan doa-doa yang disyariatkan atau dengan pengobatan yang mubah, hukumnya boleh.

Dimana daun bindara termasuk sesuatu yang mubah. Apabila ada manfaatnya seperti untuk mengobati sihir atau yang lainnya, maka tidak masalah menggunakannya.

7. Memandikan Jenazah

manfaat daun bidara

 

Sebagian sunnah (ajaran Nabi Muhammad) yang jarang dijumpai saat ini adalah penggunaan daun bidara dalam mamandikan jenazah. Hendaknya sunnah ini kembali dihidupkan agar memperoleh keberkahan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang orang yang jatuh dari ontanya lalu meninggal dunia, Nabi Muhammad shollallahu‘alaihi wa‘ala alihi wasallam bersabda:

اغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوْهُ فِي ثَوْبَيْنِ.

“Mandikanlah dia dengan air yang dicampur daun bidara dan kafanilah dengan dua baju”. (HR. Bukhary :1719)

Ketika Zainab, putri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, yang bertugas untuk memandikannya adalah Ummu Athiyah radhiyallahu ‘anha.

Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Ummu Athiyah,

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Cuci jenazahnya 3 kali, 5 kali, atau boleh lebih dari itu, apabila menurutmu dibutuhkan maka dengan air dan daun bidara.” (HR. Bukhari 1253)

Jelas dari pemaparan kedua buah hadits tersebut, merupakan suri tauladan dari Nabi Muhammad shollallahu‘alaihi wasallam untuk menggunakan daun bidara dalam memandikan jenazah, baik itu jenazah lelaki maupun wanita.

8. Mandi Haidh

manfaat daun bidara

Penggunaan daun bidara juga dianjurkan untuk wanita yang mengalami haid. Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam memerintahkan wanita yang membersihkan sisa darah haid, agar menggunakan bidara. Setelah selesai haidh maka seorang wanita harus bersuci yang dikenal dengan sebutan mandi haid

Rasulullah menjelaskan tentang tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu‘anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya.

Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maha Suci Allah”

Maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Syaikh Mushthafa Al-‘Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak. Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya -bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib- tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.”

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara)…”

Maka yang dimaksud sidrahnya adalah daun bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti sabun dan semacamnya.

Sumber lengkap: Majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000

9. Menghilangkan Bau Ketiak dan Keringat

manfaat daun bidara

Jika Anda sedang mengalami masalah bau ketiak yang kurang sedap, jangan kawatir karena insyaAllah ada cara mudah dan manjur untuk mengatasinya.

Caranya, siapkan beberapa helai daun bidara, lalu remas-remas supaya menjadi lebih lunak, kemudian tinggal digosokan ke ketiak, lakukan saat mandi.

Dengan melakukan ini, Insya Allah nantinya bau ketiak dan keringat akan menghilang.  Hal ini wajar jika dari dulu daun bidara telah dianjurkan digunakan untuk mandi.

Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memerintahkan kepada umatnya untuk menggunakan daun bidara untuk mandi, termasuk juga untuk memandikan jenazah.

 

Demikian pembahasan manfaat dari daun bidara. sebenarnya masih banyak manfaat lain yang bisa di gunakan namun masih harus di teliti terlebih dahulu kemanfaatannya. semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menyelesaikan masalah anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *